Minggu, 09 November 2014

7 Jenis Alien

Bentuk dan jenis-jenis alien ini digambar ulang oleh artis seni berdasarkan laporan para saksi mata yang mengaku pernah melihat
(visual contact), diculik (abduction) atau berkomunkasi verbal sejak puluhan tahun lalu.

Informasi tentang jenis-jenis alien yang pernah bertemu dengan manusia cukup banyak. Namun ada tujuh tipe alien yang sering disebut, dan jenis alien tersebut bukan berdasarkan darimana mereka datang, namun hanya dari jenis spesiesnya saja.
Menurut para peneliti, memang selama kurun waktu beberapa dekade, alien memng sudah mengadakan kontak dengan manusia.
Telah diindikasikan pula bahwa banyak penampakan UFO dan alien yang telah jatuh atau mendarat ke Bumi. Namun itu semua hanyalah pihak militer negara yang menyelidikinya dan semua negara mengkategorikan sebagai TOP SECRET. Jadi masyarakat tidak akan pernah diberikan informasi mengenai hal ini.
Bahkan beberapa kali dilaporkan bahwa mereka juga mengikuti beberapa konfrensi dengan manusia.
Berikut adalah jenis ke-tujuh spesies alien yang pernah datang ke Bumi menurut laporan saksi mata dan telah digambar ulang oleh ahli ilustrasi / pihak berwajib dari seluruh penjuru dunia :


1. Reptoids (Reptilian)

Tubuhnya sebesar manusia atau kadang lebih besar, dengan mulut yang lebih lebar dari mulut manusia.
Tubuhnya mirip sejenis ular atau kadal, berwarna hijau, dan agak bersisik.
Mukanya jika dilihat dari arah depan antara rahang pipi – dagu – rahang pipi, berbentuk lancip seperti segitiga. Bahkan dikabarkan, ada beberapa di antara mereka yang memiliki sayap.
Gambaran yang paling sesuai dengan alien jenis ini adalah “winged demon”. Tidak semua jenis Reptilian ini bersayap. Yang bersayap merupakan jenis Draco atau “naga”, sementara yang tidak bersayap sering digolongkan dalam jenis “serpent” atau “ular”.
Namun diindikasikan  yang bewujud persis manusia juga ada. Bedanya, hanya terletak di bola matanya yang tetap seperti reptil, dan kadang kornea mata yang tetap terlihat memanjang secara vertikal, layaknya seperti mata ular atau binatang reptil dan juga kadang memiliki lidah yang juga bercabang.

2. The Greys

Tubuhnya kecil dengan kulitnya berwarna keabu-abuan. Alien jenis ini bersosok pendek dengan tinggi 4-5 kaki atau 90 cm -1,2 meter saja.
The Greys merupakan suatu ras alien kelas pekerja atau ahli teknik. Ciri khasnya adalah bermata hitam besar.
Spesies ini yang dikabarkan sering dijumpai manusia dan sering melakukan penculikan (alien abduction).
Alien tipe greys ini dikabarkan merupakan jenis alien dari golongan serangga dengan wajah mirip belalang.
Dari kesaksikan beberapa saksi, alien tipe greys ini dikabarkan bekerja untuk alien tipe Reptoid. Alien tipe greys ini adalah jenis alien yang paling populer, bahkan sudah dipakai sebagai cap merk dagang yaitu Alien Workshop.

3. Nordics

Bentuk alien jenis ini yang paling mirip dengan manusia, hanya saja bentuknya agak lebih besar sedikit dengan rambut pirang atau putih.
Berbadan atletis, bermata biru dan dalam berkomunikasi sering terdengar dengan akses nordic (skandinavia).

Mereka ini yang diperkirakan merupakan golongan yang disebut-sebut dalam Book of Enoch I sebagai “the son of Gods” atau “The Fallen Angel”.
Satu persamaan dengan kesaksian seorang yang pernah berjumpa alien jenis ini, yaitu Billy Meier, dia mengatakan bahwa bertemu dengan alien tipe “nordics“ yang bernama Semjase yang berasal dari Pleiades.
Persamaannya, dalam Book of Enoch I, “malaikat-malaikat yang jatuh” itu bernama Semjaza. Menurut kesaksian orang yang pernah berjumpa dengan alien nordics ini, mereka mengatakan bahwa dari alien nordics ini sebagian bekerja bersama alien greys dan master mereka adalah alien tipe reptoid.
Beberapa saksi korban penculikan oleh alien menyatakan bahwa mereka juga melihat sosok manusia selain sosok alien tipe greys. Diduga, sebenarnya itu bukan manusia, namun alien jenis nordics ini.

Bahkan pada tahun 2009, tiga sosok alien jenis ini pernah datang ke Inggris dan memeriksa sebuah crop circles disebuah hamparan ladang gandum pada tengah malam.
Alien tipe nordics ini ditengarai melakukan kerja sama dengan Hitler (Nazi) pada saat Perang Dunia II, di mana pada perang tersebut sering dijumpai “Foo Fighter”, sebuah pesawat aneh (UFO) banyak disaksikan oleh pilot AS, Inggris maupun Jepang. Itu sebabnya juga, Hitler mengagungkan bangsa Arya yang hebat dengan rambut putih/pirang dan bermata biru.
Bahkan ditenggarai pula bahwa alien jenis ini telah berbaur dengan kita, manusia. Mereka bahkan telah mengikuti beberapa konfrensi tentang keberadaan alien.
Beberapa tahun belakangan para komunitas ufology juga disinyalir mendapatkan “pesan” dari alien jenis nordic ini.

4. The Roswell

 
Tipe Roswell ini memiliki mata yang lebih mirip manusia namun berkulit seperti reptil, memiliki empat jari tangan dan tanpa ibu jari.
Alien jenis inilah yang dikabarkan jatuh di Roswell. Oleh karenanya alien ini dinamakan Alien Roswell.
Dalam banyak hal, alien Roswell kadang disamai dengan alien The Grey, padahal tidak demikian. Pada peristiwa Roswell itu, ada sekitar 4-5 Alien yang ditemukan tewas, dan hanya satu diantaranya dalam keadaan kritis.

Pihak militer berusaha untuk menyelamatkannya namun akhirnya alien yang kritis itu tewas juga. Peristiwa ini sangat dirahasiakan oleh pihak militer, yang kemudian memberikan pernyataan bahwa yang jatuh bukanlah pesawat alien melainkan hanya balon udara pendeteksi cuaca.
Seluruh masyarakat disekeliling tempat kejadian dikumpulkan dan dibriefing oleh pihak militer dan dimaklumat agar tutup mulut. Dan serpihan-serpihan dari pesawat UFO tersebut diambil pihak militer dan tempat kejadian dibersihkan. Banyak bagian dan serpihan yang dikumpulkan pihak militer yang masih merupakan tanda tanya karena kemajuan teknologinya.
Dan kini dikabarkan alien jenis ini juga melakukan konspirasi dengan pihak militer AS secara rahasia.

5. Ancients Alien

 
Secara fisik berbentuk seperti serangga, tepatnya belalang besar yang berjalan dengan kedua kaki.
Mulutnya kecil serta kedua tungkai tangan dan kakinya memiliki ukuran yang juga panjang namun ramping dengan jarinya yang panjang.
Kedua mata besar berbentuk lonjong dan memanjang kesamping belakang, mirip serangga belalang.
Bentuk fisik aneh seperti serangga inilah yang  sering tampak pada film-film Holywood tentang alien.

6. The Neonate


Alien jenis ini memiliki inteligensia yang tinggi alias sangat cerdas dan pintar.
Bentuk mukanya lebih mirip janin ketimbang anak kecil. Berkepala lebih besar dan botak.
Kedua bola matanya agak besar dibanding manusia normal. Namun mereka juga memiliki perawakan pendek seperti anak kecil.
Alien jenis ini sangat jarang dijumpai karena keahlian dan kemajuan teknologinya yang sangat maju, membuat mereka lebih sulit ditemukan dan dilaporkan oleh penduduk. Oleh karenanya sangat sedikit info mengenai alien jenis Neonate ini.

7. The Hybrids


Golongan ini adalah hasil rekayasa genetika (hybrid) antara alien dengan manusia (human). Bertubuh lebih pendek dari manusia normal.
Untuk kategori jenis ini, yang pasti adalah DNA dari Human atau Manusia, sedangkan setengahnya lagi adalah jenis alien.
Namun belum dipastikan dari jenis alien yang mana yang DNA-nya disilang dengan DNA manusia, dan pastinya bisa berlaku untuk semua jenis alien diatas. Namun paling dimungkinkan, memang telah terjadi percobaan antara DNA manusia dengan alien jenis Reptilian, Greys, Roswell dan Nordics.

Bentuknya belum sempurna mirip manusia, kadang berupa seperti anak kecil, berambut dan kepalanya agak lebih besar bila dibandingkan dengan kepala normal manusia.
Sebagian hybrid juga ada yang menyerupai manusia, ada yang berambut dan ada juga yang tanpa rambut. Kulitnya cenderung pucat dan bermata masih seperti alien greys.
Nah, Alien jenis inilah yang diyakini keberadaannya ditengah-tengah manusia hingga kini. Bahkan beberapa diantaranya tak begitu kentara, dan menjalani kehidupan biasa seperti manusia lainnya di Bumi.
Mereka juga dapat kawin dengan manusia, dan biasanya mereka memiliki kelebihan atau kemampuan yang berbeda dari manusia biasa. Beberapa diantaranya ada yang memiliki fisik yang juga luar biasa, kadang agak aneh.

Sebagian menduga bahwa “Men in Black” adalah alien hybrid yang paling sempurna, tapi menutupi mata besar mereka dengan kaca mata hitam.
Selain itu makhluk Chupacabra (goat sucker) adalah hasil hybrid juga namun dalam kelas binatang. Mereka adalah hasil percobaan yang telah berlangsung ratusan bahkan ribuan kali untuk melihat bagaimana penyimpangan genetik akan terjadi jika dilakukan perkawinan silang antara dua species dari planet yang berbeda.
Rekayasa genetika (hybrid) ini diduga adalah upaya alien untuk bisa menciptakan makhluk yang bisa tinggal dengan bebas/lebih lama di dimensi manusia.


Apakah para Alien itu Berniat Baik, atau Buruk?
Sering dikabarkan bahwa alien tipe Nordics adalah jenis alien yang baik. Mereka dikabarkan sering mengajarkan pada manusia tentang perdamaian, filosofi dan spiritualitas.
Kalau seandainya mereka menemui orang-orang zaman dahulu, sangat mungkin sekali kalau mereka dianggap sebagai nabi atau dewa. Alien tipe Nordics ini ada janis wanita dan ada juga jenis laki-laki. Umumnya mereka tampan dan cantik.
Namun secara umum, adanya kasus penculikan manusia oleh alien menunjukkan bahwa beberapa alien bukanlah entity yang baik. Dari hasil laporan saksi dan korban penculikan alien menyatakan bahwa kebanyakan dari mereka diculik oleh alien jenis The Greys.

Konspirasi yang berkembang di masyarakat khususnya di AS menduga bahwa alien jenis Greys ini menyatakan kerjasama dengan pemerintah AS. Pemerintah AS dijanjikan akan diberikan pengetahuan dan teknologi canggih oleh alien jenis ini, sedangkan alien jenis Greys ini meminta dibolehkannya tubuh-tubuh manusia dan semua makhluk hidup untuk penelitian mereka oleh pemerintah AS.
Sedangkan untuk menyerang secara frontal oleh alien tidaklah mungkin, karena jumlah mereka para alien yang datang tidaklah sebanding untuk melakukan peperangan terhadap manusia Bumi.
Mereka para alien sangat mungkin juga memiliki persenjataan pembunuh massal, namun hal itu tidak mereka lakukan karena banyak pertimbangan yang justru akan merugikan mereka dalam beberapa hal, misalkan radiasi yang berbahaya.
Ada pula pertanyaan, mengapa mereka tidak terang-terangan saja melakukan kontak langsung dengan manusia? Mengapa mereka selama ini hanya bersembunyi?
Banyak pengamat ufology dan para peneliti beranggapan bahwa tidak maunya mereka mengadakan kontak langsung salah satunya adalah karena sifat manusia yang masih memiliki DNA untuk saling merugikan, membunuh, berperang, merusak lingkungan dan sejenisnya.

Walaupun manusia sudah bisa menerima dan dapat “welcome” dengan mereka, namun para alien takut. Mereka takut jika mereka akan juga “dimangsa” oleh manusia licik dan jahat yang sifat tersebut masih mendominasi di dalam DNA manusia.
Jadi, bisa dianggap bahwa manusia masih “primitif” seperti binatang dimata mereka. Manusia hanya perlu dipantau, diteliti dan diberikan petunjuk atau bimbingan secara “sembunyi-sembunyi”.
Memang cara ini mirip jika kita manusia, sedang meneliti makhluk yang jauh lebih rendah cara berfikirnya, misalnya binatang. Seorang peneliti fauna (misal peneliti harimau) tidak akan mau menunjukkan jati dirinya secara terang-terangan kepada para fauna dan harimau atas kehadiran para peneliti tersebut.
Peneliti itu akan hanya memantau dari jauh dengan menggunakan zoom atau tele-kamera dan berada diatas pohon atau di tempat yang kemungkinan kecil tak terlihat oleh para binatang tersebut dengan bantuan alat kamuflase misal dengan terpal loreng-loreng agar tak terlihat oleh fauna dan harimau yang sedang ditelitinya.

Lalu akan timbul pertanyaan yang sama, mengapa para peneliti fauna dan harimau tersebut tidak mau menghadap langsung secara terang-terangan kepada sang harimau? Mungkin jawabannya sama seperti diatas.
Jika menurut pemerhati ufology dan para ilmuwan, mereka para alien akan mulai berani menampakkan diri jika manusia sudah dapat menciptakan alat transportasi berkecepatan cahaya.
Dari perkiraan inilah, maka timbul ide untuk dibuat ke dalam suatu film dan dipilihlah film Star Trek dengan judul “First Contact”. Didalam film itu juga diceritakan bahwa para alien akan mulai mendarat secara terang-terangan ke Bumi setelah ditemukannya kendaraan berkecepatan cahaya.

Dan menurut film fiksi tersebut, mereka para alien itu akan turun ke Bumi dan memperkenalkan diri pada tanggal 5 April 2063.
Selain itu, beberapa di antara mereka (alien) mengatakan bahwa mereka penjaga perdamaian di tata surya kita dan kalau manusia tetap memakai nuklir, kemungkinan barulah mereka akan turun tangan untuk ikut campur mencegahnya.
Mengapa mereka tidak mencegah pemboman Hirosima dan Nagasaki, demikian juga berbagai percobaan nuklir yang dilakukan oleh beberapa negara, termasuk AS, Uni Soviet (saat ini Rusia), Perancis, dan lainnya? dapatkah dipercaya bahwa mereka benar-benar “pasukan penjaga perdamaian antar galaksi”?
Selama itu semua tak membuat manusia punah dan musnah selamanya, mereka tak akan ikut campur karena itu semua sudah merupakan “hukum alam” yang mereka tak mau campuri.

Mirip seperti saat banteng Afrika Gnu, atau Wildebeests – saat hijrah untuk mencari makan, disaat perpindah untuk mencari rumput hijau itulah, maka mereka akan dimangsa oleh binatang predator, bahkan selalu “mati massal” dan mengakibatkan kematian hingga ribuan ekor.
Manusia bisa saja mencegah agar tak terjadi kematian banteng Gnu karena “seleksi alam” tersebut, namun manusia tak mau mencampurinya karena tak membahayakan populasinya. Malahan jika manusia membantu justru akan terjadi ketidak-seimbangan ekosistim dan piramida rantai makanan di wilayah tersebut yang justru akan memusnahkan semuanya.

Lain cerita jika misalkan terjadi terhadap badak Jawa, Harimau Sumatera atau Orangutan atau hewan langka lain yang terancam punah, maka manusia akan “ikut campur” untuk membantu mereka yang terancam punah. Begitu pula dengan alien yang selalu memantau planet Bumi sebagai study mereka.
Dan pada akhirnya pula, Area-51 adalah satu-satunya wilayah di AS yang tak boleh didekati oleh masyarakat, karena konspirasi Area-51 adalah layaknya wilayah alien atau wilayah “duta besar” aliens yang ada di Bumi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar