Rabu, 19 November 2014

Planet-X, Hercolubus atau “Planet Merah” Mendekati Tata Surya?

http://www.librarising.com/cosmology/images/hercolubus.jpg
Julukan “X” adalah julukan untuk sesuatu yang “tak bernama” alias belum diketahui namanya, namun ada. Untuk ini, “X” bisa berarti benda langit apapun. “X” dalam hal ini juga bisa berarti sejenis matahari lain atau planet lain, yang belum diketahui namanya.
Banyak orang memberikan nama seperti Planet-X, Nibiru atau apapun itu, temasuk Hercobulus. Ini hanya sekedar “pemberian nama” untuk identifikasi suatu benda. Namun si “X” ini sangat diyakini keberadaannya.
 “Anda seharusnya tahu, jika sebuah planet berukuran sangat besar sedang mendekati Bumi.” (V.M. Rabolu)


Dalam karya bukunya ini V.M. Rabolu akan menggambarkan secara detil suatu bencana yang akan dialami umat manusia dalam waktu yang singkat oleh pergerakan suatu benda berukuran raksasa dan apa yang kita bisa perbuat untuk menghindarinya.
Dalam teori tabrakan Nibiru, banyak versi mengenai teori ini. Tabrakan Nibiru adalah pertemuan Bumi dengan planet besar (baik berupa tabrakan maupun hampir menabrak) yang dipercaya akan terjadi pada awal abad ke-21.
Zeta Reticuli – Zeta Reticuli-A (kiri) dan Zeta Reticuli-B (kanan)

Penganut peristiwa ini menyebut obyek yang mendekati Bumi itu sebagai Planet X atau Nibiru.
Ide ini pertama kali diusulkan oleh Nancy Lieder tahun 1995. Lieder menyatakan dapat menerima pesan dari makhluk ekstraterestrial dari sistem Zeta Reticuli (id | en).
Ia memperingati manusia bahwa benda tersebut akan melewati tata surya dan menyebabkan pergeseran kutub bumi yang akan menghancurkan peradaban umat manusia
Ramalan tabrakan ini menyebar di luar situs Lieder, dan dipercaya oleh grup-grup yang menghubungkan tabrakan Nibiru dengan ramalan kiamat 2012 yang ternyata meleset.
Meskipun nama “Nibiru” berasal dari karya Zecharia Sitchin mengenai astronot kuno, Sitchin sendiri membantah hubungan antara karyanya dengan bencana yang akan datang.
Lintasan “planet-X” sangat lonjong membuat planet ini tak terlihat pada saat menjauhi matahari.

Usul bahwa obyek sebesar planet akan menabrak bumi pada masa depan tidak didukung oleh bukti ilmiah dan dianggap sebagai ilmu semu.
Namun, ketakutan  akan tabrakan Nibiru menyebabkan kepanikan pada publik, salah satunya adalah planet Hercolubus.
Para ilmuwan juga ada yang berpendapat bahwa sistim tatasurya ini tak akan terjadi seperti sekarang tanpa ada satu planet gas lagi.
Nah, teori inilah yang tambah meyakinkan bahwa masih ada satu planet gas besar yang hingga kini belum terdeteksi. (baca: Seharusnya Masih Ada Satu Planet Lagi Dalam Tatasurya, Kemana Planet Itu?)
Perbandingan planet Bumi (kiri) dan planet Yupiter, planet terbesar di tatasurya (tengah) dengan planet Hercolubus (kanan)
Para peneliti berteori macam-macam, ada yang meyakini bahwa planet-X tersebut sudah terpental menjauhi sistim tata surya dan tak kenmbali, namun ada juga yang berpendapat bahwa planet-X tersebut hanya sedang menjauhi matahari hingga ke daerah sabuk Kuiper atau awan Oort namun akan mendekati matahari kembali menurut garis edarnya yang lonjong.
Karena garis edarnya yang lonjong inilah yang membuat planet-X ini mendekati matahari hanya dalam periode beberapa ribu tahun sekali dan sulit terdeteksi.
“Mari kita memperbincangkan tentang Hercolubus atau planet merah, yang mana saat ini sedang mendekati Bumi. Menurut beberapa versi ilmiah, bahkan telah memperkirakan, menimbang dan mengukur garis tengahnya, seolah-olah adalah mainan anak-anak, tetapi nyatanya tidak seperti itu.”
Lintasan planet Hercolubus terhadap matahari.

“Hercolubus, atau planet merah, adalah lima atau enam kali lebih besar dari Jupiter. Ini merupakan planet raksasa yang sangat besar dan tidak ada yang dapat mengalihkannya. Ada celah dalam yang sangat besar di dasar laut, yang mana telah berhubungan dangan api di dalam bumi.”
“Ini tiba secara langsung ke ekperimen atom yang dilaksanakan oleh ilmuwan dan kekuasaan-kekuasaan yang percaya bahwa diri mereka sendiri adalah yang maha kuasa. Mereka belum mempertimbangkan konsekuensi kekejaman atau kekejian yang telah mereka lakukan dan bahkan terus mereka lakukan, melawan planet maupun umat manusia”.
“Oleh karena celah pasang surut ombak ini, gempa Bumi dan berbagai hal lain yang mengerikan akan terjadi di air dan di atas daratan. Tidak ada kota pesisir yang tidak akan dihanyutkan dan daratan akan mulai karam ke dalam samudera karena poros Bumi mulai bergeser sebagai suatu hasil dari semua eksperimen yang dilaksanakan.”
“Posisi Bumi tidak pada posisi yang benar dan ini berkombinasi dengan guncangan, gempa bumi dan ombak pasang surut, yang akan menyebabkan pergeseran kutub sepenuhnya dan penenggelamannya akan mulai.”
“Jangan pergi dan berpikir, pembacaku yang terhormat, bahwa planet akan karam mendadak. Ini adalah peristiwa yang lama, lambat dan….”
“Pembacaku yang Terhormat: Aku berbicara sangat jelas sehingga anda dapat mengerti kebutuhan untuk memulai bekerja serius seperti seorang yang bekerja akan diselamatkan dari bahaya.”
“Ini bukan untuk teori atau diskusi belaka. Sebagai gantinya, pengajaran yang benar yang saya berikan di buku ini perlu dialami. Tidak ada sesuatu lain yang bisa kita gunakan untuk menolong.”

HERCOLUBUS, PLANET YANG MENDEKATI BUMI KITA
Untuk Ilmu Pengetahuan zaman sekarang ada pertanyaan-pertanyaan yang tak ada jawabannya tentang mekanisme perbintangan. Salah satu dari pertanyaaan itu ialah mengenai pendekatan Hercolubus, planet yang disebut demikian oleh ilmu pengetahuan yang kuno dan yang mana pendekatannya ke sistem tata surya kita bukan hanya kenyataan yang akan segera terjadi, yang akan dilihat oleh semua orang, tetapi juga mengakibatkan guncangan-guncangan yang sangat besar di seluruh pelosok dunia.
Seperti perputaran kehidupan, semuanya kembali ke awalnya dan ke
akhirnya, karena sudah terjadi pendekatan Hercolubus sebelumnya yang menghancurkan kebudayaan Atlantis.
Bumi, Bulan dan Hercolubus
Fakta-fakta ini, yang dikenal baik oleh semua manusia yang sepanjang sejarah memiliki “Kesadaran yang Menggugah”, sudah diceritakan sebagaimana mestinya melalui semua “Air Bah Universal” dari berbagai agama dan kebudayaan.
Sepanjang zaman, para penulis yang bermacam-macam sejak dulu telah berbicara tentang fenomena kosmis seperti itu.
Salah satu darinya, V.M. Rabolu, adalah seorang manusia yang memiliki kepandaian dari Kesadaran yang Menggugah yang mengijinkannya menyelidiki tentang pendekatan planet tersebut. Inilah beberapa paragraf dari karyanya yang berjudul “Hercolubus atau Planet Merah”.
“Kalau Hercolubus datang semakin dekat dengan Bumi dan sejajar dengan Matahari, wabah-wabah yang membawa maut akan mulai berkembang dan menyebar di seluruh planet. Para dokter dan ilmu pengetahuan resmi tidak mampu mengidentifikasi penhakit-penyakit ini atau menemukan cara penyembuhannya. Mereka tidak akan berdaya menghadapi wabah-wabah ini.”
“Kemudian datang kejadian yang menyedihkan dan kegelapan : gemetaran, gempa bumi dan gelombang tsunami. Manusia akan mengalami gangguan jiwa, karena mereka tidak bisa makan atau tidur. Dalam menghadapi bahaya, mereka akan pergi berbondong-bondong untuk melemparkan diri ke jurang yang curam sebab mereka betul-betul gila.”
“Apa yang saya nyatakan dalam buku ini adalah suatu ramalan yang akan segera terjadi, karena saya tahu dan sangat yakin dengan akhir planet kita. Saya tidak ingin menakutkan siapa pun, hanya memperingatkan sebab saya merasa sangat cemas tentang Umat Manusaia yang lemah ini. Peristiwa-peristiwa ini tidak akan menunggu dan tidak ada waktu lagi untuk dihamburkan dengan hal-hal yang khayal.”
Gravitasi normal (kiri) Gravitasi saat Hercolubus mendekati Bumi (tengah) dan gravitasi Hercolubus yang kuat akan membuat Bumi menjadi lonjong (kanan)
Dalam buku ini V.M.Rabolu mengajarkan dengan jelas cara penghilangan cacat atau kekurangan psikologis dan teknik proyeksi perbintangan sebagai satu-satunya rumusan yang ada untuk menghindarkan diri dari kataklisme yang akan datang Beliau mengkahiri dengan berkata :
“Pembaca yang terhormat, saya berbicara dengan sangat jelas supaya anda mengerti keperluan yang ada untuk mulai bekerja dengan serius. Karena ia yang sedang bekerja akan selamat dari bahaya. Ini tidak berarti bahwa manusia harus mengembangkan teori-teori dan diskusi-diskusi, tetapi sypaya mereka mengalami pengajaran yang murni yang saya berikan di buku ini, karena tidak ada lagi jalan keluar”. (V.M.Rabolu)

Hercobulus, Kembaran Matahari?
Rata-rata dari semua bintang dijagad raya, termasuk matahari, adalah “bintang kembar”. Bintang kembar adalah dua buah bintang yang saling mengorbit diantara keduanya.
Bintang kembar juga tak selalu bintang seperti jenis matahari, tapi ada pula bintang jenis lain tergantung pada umurnya atau trgantung sedang dalam siklus apa, misal: jenis Red Giant atau White Dwarf.
Solar_Life_Cycle
Namun orbit kedua bintang kembar berbeda-beda, ada yang saling bergerak mengelilingi keduanya, ada pula yang salahsatunya seperti terlihat diam dan satunya lagi mengorbit melingkar. Selain itu ada pula yang salahsatunya seperti terlihat diam juga, tapi yang  satunya lagi mengorbit secara garis elips.
Nah, kemungkinan terakhir inilah yang ditakuti para peneliti tentang planet-X atau bernama planet Hercolubus yang sebenarnya bukan planet namun adalah matahari juga, yaitu “kembaran matahari”!.
Dan yang jadi masalah pula, jika bintang kembaran matahari ini adalah the red giant, karena bintang tipe ini sangat sulit dilihat penampakannya. Kesulitan pengelihatan oleh para astronomi ini akibat bintang jenis red giant sedemikian redupnya! Hampir tak tampak oleh teleskop canggih sekalipun.
Salah satu pemecahannya adalah melalui teleskop infra red yang dapat mendetaksi benda angkasa yang sangat redup. Dengan cara itu maka benda langit yang gelap pun dapat nampak lebih jelas. Tapi itupun baru terlihat dengan baik setelah mendekati tata surya.

Mengamati Gerak Matahari
Kini para astronom memiliki cara lainnya, mereka sedang memantau gerakan matahari untuk mengetahui ada tidaknya benda kembarannya tersebut. Karena dari pergerakan matahari dapat dilihat, jika matahari tak berada pada satu titik rotasi, maka ada kemungkinan matahari memiliki kembarannya.
Matahari atau bintang yang memiliki kembaran cenderung berotasi agak “limbung” atau agak bergerak berevolusi sedikit. Ini disebabkan adanya gaya gravitasi akibat massa yang besar dari bintang kembarannya itu dan menyebabkan gaya sentrifugal.
Semisal seorang atlit pelempar dalam olahraga tolak peluru, pada saat orang tersebut mengayunkan bola besi dengan talinya secara berputar, akan tampak orang tersebut seperti limbung dan tak berada dalam satu titik pusat dikakinya. Hal ini akibat adanya gaya gerak berputar yang dihasilkan oleh bola besi itu akibat adanya massa dari bola besi tersebut, lalu membuat sang atlet terpengaruh oleh “gaya sentrifugal” yang terlihat dari gaya atlet itu tak berputar persis pada poros di kakinya.
Cara identifikasi seperti inilah yang sedang diamati oleh ilmuwan terhadap matahari kita. Jika sang surya “bergerak limbung” maka kemungkinan sangat besar adanya “matahari kedua” yang telah redup itu, the red giant.
Dan melalui cara pengamatan seperti ini pula, maka para peneliti juga dapat mengetahui dimana kira-kira letak kembaran matahari kita itu. Jika matahari agak “terdorong” kebelakang dari intinya, berarti matahari kembarannya berada pada garis lurus dari arahnya saat “bergerak kebelakang” tersebut.

  • Nibiru, Planet X: HERCOLUBUS IS THE NAME [video]
  • HERCOLUBUS : THE PLANET OF THE END OF THE WORLD [video]
  • NIBIRU – PLANET X – HERCOLUBUS, The Evidence! [video]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar